Sambil aku belajar bikin web pake hosting gratisan, akupun mencari paket gratisan yang lain, siapa tau ada yang menarik. Khususnya untuk domian, kutemukan lahan yang tepat untuk kusandingkan dengan hostingku. Dialah domain Free Domain yang absolutely free, no banner, no ads, dan yang terutama, simple!

Awalnya aku mengira pasti bakal ada bannernya, ternyata ngga tuh ;) hanya saja, penggunanya sudah terlalu banyak, jadi pilihan domain yang tersedia juga semakin sulit di dapat.. he he he… tapi tak apalah, asal tidak berbayar dan tidak ada iklan :D

Kalo lagi nganggur tapi ga pengen sia-sia, aku sering mencoba memanfaatkan waktu buat iseng2 belajar membuat website, sederhana sih awalnya. Mulai dari memilih domain yang tepat, memilih lokasi terbaik buat hosting webku, html, php, css, flash dan banyak lagi.

Bagiku, belajar membuat website merupakan sesuatu yang sangat menarik. Menantang, lebih tepatnya. Karena aku diwajibkan mengetahui banyak hal. Aku jadi haus untuk mencari lebih banyak lagi pengetahuan agar keinginanku untuk membuat web yang bagus menjadi terwujud.

Keinginan dan pengetahuanku juga terbantu dari tempat kerjaku yang sekarang. Alhamdulillah. Tapi untuk membuat sebuah web yang bagus, juga membutuhkan modal. Misalnya untuk membeli domain, atau hosting.

Tapi karena saat ini aku cuma ingin mempelajari terlebih dahulu, aku mencari fasilitas gratisan saja. Sampai akhirnya aku menemukan fasilitas free hosting yang menurutku, lumayan asik dan bagus untuk aku coba sebagai lahan praktek gratisku. :D

Memang, ia tidak memberikan domain yang simple, karena gratisan. Tapi ya lumayanlah buat coba2. Quota space yang diberikan lumayan besar, 350MB. Bisa buat nyimpen file yang buanyak sampe puas :D Bandwidthnya 100.000 MB.. Web templatenya juga menarik.

Ia menyediakan fasilitas File Manager dan FTP untuk tempat mengupload dan menyimpan serta mengolah file. Add on fantastico, yaitu tambahan service buat kita yang mau nyoba service blog, atau service CMS biar mudah memanage situs kita, dll. MySQLnya juga ada, dan banyak lagi..

Sangat lumayan bagi pemula seperti aku.

Thanks to 000Webhost.com

Berharap buah hati kita menjadi yang terbaik dan mendapatkan yang terbaik, tentunya apa saja akan dilakukan seorang ibu untuk mewujudkan harapannya tersebut.

Paling mendasar dan paling penting, didiklah anak sejak dia masih berasa di dalam kandungan. Sudah banyak pesan seperti itu muncul di antara kita. Dan yang paling populer adalah memperdengarkan musik klasik kepada sang janin sesering mungkin. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat reaksi otak sang janin untuk memperbanyak sel-sel otaknya. Semakin banyak sel-sel otak yang tumbuh, semakin cepat ia berpikir.

Bagi umat muslim, mungkin alangkah lebih baiknya jika ibu lebih sering memperdengarkan alunan ayat-ayat suci Al Qur’an kepada bayi selain musik klasik. Selain untuk konsumsi fisik, juga amat baik untuk konsumsi batinnya…

Selain cara diatas, ada lagi yang harus dilakukan, yaitu rajin2lah memberdayakan fungsi visual ibu. Lebih sering membaca dan melakukan aktifitas visual lainnya juga dapat merangsang pertumbuhan otak anak. Maka, sering2lah ibu membaca buku, baik buku cerita, majalah, apa saja..karena itu sangat berguna bagi bayi.

Dari mendengar musik, mendengarkan ayat Al Qur’an, membaca, juga masih ada satu hal lagi yang tidak kalah penting. Kalau ibu ingin meningkatkan proses pertumbuhan sel otak anak, ibu juga harus lebih sering melatih perkembangan otak ibu sendiri. :) Bagaimana caranya?

Salah satu contohnya, latihlah otak ibu dengan bermain game, misalnya. Terutama game strategi, yaitu game yang lebih banyak menuntut kecepatan berpikir kita dalam menemukan trik yang tepat untuk memenangkan game tersebut. Tapi ingat, karena kondisi ibu sedang hamil, maka jangan sampai permainan ini membuat ibu menjadi stres ya :) Ayo bu! mari kita didik anak kita sejak dini ^_^

Sumber : Dari berbagai media dan pengalaman pribadi

Bagi yang sudah merasakan bagaimana ditimpa musibah gempa bumi, pasti tidak akan bisa melupakan perasaan mencekam, was-was, dan mungkin ‘pasrah’, karena saat ditimpa musibah, kita pasti langsung ingat pada Sang Penguasa Alam, Tuhan kita.

Saya, sudah beberapa kali merasakan gempa bumi, yang Alhamdulillah dan Insya Allah, tidak pernah sampai menghancurkan rumah saya maupun tetangga di sekitar saya. Namun begitu, rasanya sudah sangat ‘mengerikan’ .. maklum lah…yang namanya orang hidup, kalau dia tau tiba-tiba akan mati, pasti kan akan takut juga walau sekecil apapun perasaan takutnya.

Tapi ada saja kenangan saat ditimpa musibah gempa, yang masih dapat membuat tersenyum jika saya mengingatnya. Saat itu hampir tengah malam, gempa susulan muncul beberapa bulan setelah terjadinya gempa yang amat dahsyat yang sampai menimbulkan bencana Tsunami di Aceh. Di Medan kami juga merasakannya walau tak separah di Aceh, meski begitu kami semua sudah ketakutan. Gempa kedua adalah yang menyebabkan kerusakan parah di Nias. Saat itu di Medan kami merasakannya sekitar jam 11 malam, lumayan kencang dan keras. Saat sedang duduk2 di rumah, tiba2 serasa diayun2. Seketika, orang2 yang masih trauma akibat gempa yang barusan di Aceh, langsung lari keluar dari rumah dan berkumpul di halaman dan tengah jalan.

Ya Allah…gempa lagi! Padamnya listrikpun membuat suasana semakin mencekam. Saya yakin, semua orang pasti sedang berdoa. Di sekitarku, semuanya berdoa dengan suara kecil meski tetap terdengar. Namun sesaat kemudian, dari arah Barat Daya, disitu dikenal lingkungannya orang-orang pemabuk dan penjudi. Justru orang-orang mendengar dari arah mereka lah yang paling keras seruan puji-pujian kepada Tuhan, yang mungkin ditujukan sebagai ‘penolak bala’ atau ‘pengampun dosa’. Mereka semua berteriak “Allahu Akbar..Ya Allah…La Ila ha Illallah..” mengalahkan keheningan mencekam warga lainnya yang juga sedang berdoa.

Bukan mengejek..semua orang pasti punya dosa, bisa2 lebih besar dari dosa seorang penjudi maupun pemabuk malah..

Tapi kami tertawa karena merasa geli. Kita saja tidak sampai berteriak seperti itu..paling tidak, bukan saat sedang terdesak saja kita mau tobat, ya kan?

Ada satu lagi yang masih membuatku tersenyum. Waktu itu tetangga sebelah rumahku, Bang Iwan namanya, kebetulan mungkin dia sudah tidur. Dan saat gempa terjadi, dengan serta merta dia keluar rumah beserta istri dan anaknya. Tapi dengan tak sadar, ternyata dia hanya mengenakan atasan kaos oblong dan CD (celana dalam) dengan kaos kaki panjang sampai atas lutut…lalu di depan pintu rumahnya mengangkat tangan tinggi2 sambil mengajak kami semua berseru “Ayo kita tobat…Allahu Akbar…Allahu Akbar..”

Seketika semua orang tertawa melihatnya. Bukan ikut berseru tapi bersorak melihat gayanya Bang Iwan yang lucu. Suasana mencekam pun pecah menjadi hangat, berhubung listrik juga sudah menyala. Gempa bumi yang masih tersisa namun tinggal sayup-sayup sudah tidak terasa lagi karena melihat kelucuan-kelucuan orang di sekitar kami…

Ah..ada-ada saja..

Waktu sampe di Surabaya, aku lagi hamil. Tau kan..yang namanya orang hamil, pengen makan ini itu yang sesuai selera, harus keturutan. Dan waktu itu, aku bener2 yang namanya kepingiinn banget sama semua makanan yang biasanya aku makan di Medan. Salah satu di antaranya Mie Tiaw, yang ternyata di Surabaya ini, sulit banget ngedapetinnya, kalo nggak di depot khususnya masakan Chinese (sebutannya Kwetiauw). Itupun harus malam hari….kalo siang…jangan harap deh bisa dengan mudah mendapatkannya!

Hiks, ternyata, makanan yang sewaktu di Medan bisa aku santap tiap hari, mau pagi, siang sore atau malam, dengan harga yang lumayan murah (berkisar 3.500 s/d 6.000), eh…di Surabaya nggak begitu. Mana lagi ngidam lagi :D uhh…sebel!

Nasi goreng juga begitu. Nunggu malem baru ada dan rasanya udah pasti beda banget. Pengen makan bakso sebagai pengganti Mie tiauw, baksonya juga laen,..hu hu hu…rasanya pengen nangis :( ( Abisnya..dipaksain makan masakan surabaya juga ga bisa nelen, langsung mual :D (ya namanya lagi hamil…).

Abis gitu, kebayang pengen makan mie tiauw khas Medan buatan sendiri. Tapi masalahnya, dimana aku bisa ngedapetin Mie tiauw mentah di Surabaya?? Aduuh…pusing dehh…gimana sih caranya bikin Mie Tiauw? Ada yang tau gak?? Kasih tau dong…biar aku gak kangen & ngidam terus2an..masak ngidam sampe sekarang ga sembuh2?? :D :D :D

“Aneh ya..kok bisa sih jadi kawin sama orang yang cuma kenal lewat dunia maya?”

Rata-rata sih begitu tanggapan yang aku terima dari teman atau siapapun yang mendengar kisahku. Banyak yang nggak percaya, tapi banyak juga sih yang biasa aja, karena banyak juga teman2 ku yang punya pengalaman sama sepertiku..

Iya, aku asli Medan – Sumatera Utara dan suamiku asli Surabaya – Jawa Timur. Aku kenal suamiku dari ‘iseng2′ maen internet, chatting lewat mIRC :D Lucu yah, tapi ini nyata lho..

Emang, hobbyku ceting banget dulunya…sampe2 bolos kuliah cuma buat ceting di warnet! ^_^ (jadi inget masa lalu :P boo…serasa tua banget kalee…)

Yaa…gitu deh…awalnya aku cuma pengen maen aja, dan ga pernah tuh yang namanya masuk channel Indonesia….biasanya aku maen ke channel luar negeri.. itung2 pengen melatih bahasa Inggrisku yang tak seberapa ini (mumpung ketemu orang barat secara langsung walaupun cuma dunia maya gitu loh).

Tapi tanpa sengaja dan tiada terduga (ciee..) eh koq aku meng-iseng-kan diriku sendiri masuk2 ke channel indo…yah lucu aja kali ceting dengan guyonan bahasa sendiri,…aku jadi terhibur. Lama-lama…kecantol sama channel tanah air tercinta ini ^_^…jadi males ke channel luar lagi…sampe semua teman2 cetingku asal luar aku tinggalkan semua (aku juga sempet punya pacar cowok Rumania lho..ganteng bok… tapi sayang sepertinya ga bakal berhasil hiks… :P )

Akhirnya…suatu ketika bertemulah aku dengan teman2 indo yg baek2…lucu2…dan online setiap hari menemani aku. Dulu aku masuk ke Undernet -> #yogyakarta, terus masuk #medan, #nusantara, #indonesia. Nah..di #Nusantara lah…tempat pertemuan aku dengannya…uhuy :D Awalnya sih temen…
trus dia ngajak aku ke #Sederhana. Channel yg asik banget orang2nya…ruame poll..seru abizz…
Setelah makin akrab….jadian deh ^_*

Begitulah ceritanya…sampe akhirnya dia datang ke kotaku…trus…nikah deh. Sekarang dah ada hasilnya koq, si kecil Ryu yg udah setahun umurnya :D . Kalo diinget2..lucu juga…tapi sedih juga…soalnya channel2 di undernet tempat nongkrong yg dulu rame…skrg suepiii dari teman2ku yg dulu…orang2nya udah pada ngilang… :(

This is my blog.

Ada orang bilang, menulis lebih baik daripada mengutarakan secara lisan. Tidak ada beban. Bebas menguraikan apapun. Hanya saja…terkadang menulis jadi lebih sulit, karena seringkali kita harus berpikir terlebih dahulu, untuk dapat menguraikan sesuatu ke dalam tulisan. Itulah yang membedakan menulis, dengan berbicara. Iya kan?

Tapi tidak ada salahnya kan…mencoba-coba menulis sesuatu…apalagi tentang diri kita sendiri. Tentang keluarga, kisah cinta masa lalu, tentang anak kita, tentang pekerjaan, masakan favorit..apa saja deh.. :)